Kamus ini bertambah bertahap. Saat ini 64 akar kata sudah didokumentasikan, dan jumlahnya terus bertambah seiring ayat-ayat baru digarap mendalam.
Alasan memilih kata netral "berkehendak" untuk hamma di 12:24, kata yang mencakup niat ringan sampai hasrat kuat tanpa memastikan derajatnya.
Alasan mempertahankan "wasilah" di 5:35 dan 17:57 alih-alih "jalan": kata "jalan" sudah dipakai untuk akar sabiil di seluruh terjemahan ini, dan keduanya bertabrakan di dalam 5:35 sendiri.
Akar f-t-n terbelah dua kelompok makna: ujian yang netral atau datang dari Allah, dan kekacauan yang lahir dari perbuatan manusia sendiri. Bentuk kata kerjanya berbeda lagi, yaitu memperdayakan.
Alasan menerjemahkan muhaymin sebagai "pengawas", bukan "penjaga", diselaraskan antara 5:48 dan 59:23.
Empat ayat berpola simetris (larangan, positif, positif, larangan) diseragamkan menjadi "pelindung". Memecahnya jadi "wali", "penolong", dan "teman setia" menyembunyikan pola itu.
Alasan menerjemahkan tanqimuuna di 5:59 sebagai "membenci", bukan "mencela": akar ini menunjuk dendam atau benci yang tertahan, bukan kritik yang diucapkan.
Alasan memilih "pahala" yang ironis di 5:60 dan bukan "balasan" yang netral: kata yang sama di lima belas kemunculan lain selalu berarti ganjaran baik, dan efek itu hilang bila dinetralkan.
Ungkapan "tangan Allah terbelenggu" dan "kedua tangan-Nya terbuka" (5:64) diterjemahkan apa adanya, tanpa penafsiran yang menggantikannya dengan "kikir" atau "Maha Pemurah".
Alasan memilih "sangat benar", bukan "berpegang teguh pada kebenaran", di seluruh kemunculannya: 5:75, 12:46, 19:41, 19:56, dan 57:19.
Alasan menerjemahkan tabayyun sebagai "verifikasilah" di 49:6 dan 4:94, ayat yang memuat kata itu dua kali dan dulu diterjemahkan dengan dua kata berbeda.
Alasan menerjemahkan na'budu sebagai "kami mengabdi", bukan "kami menyembah": inti akar ini adalah kedudukan hamba ('abd) di hadapan tuan (rabb, malik).
Alasan menerjemahkan salaat sebagai kewajiban atau komitmen yang ditegakkan, bukan ritual: Allah dan malaikat pun disebut ber-salaat (33:43, 33:56).
Satu perintah, dua akar: kata kerjanya (aatuu) berakar a-t-y yang berarti memberikan, sedangkan nominanya (az-zakaata) berakar z-k-w. Alasan memilih "memberikan zakat", bukan "menunaikan" atau "membayar".
Terjemahan "rabi" dipertahankan, tetapi penjelasannya wajib menyebut bahwa akar katanya sama dengan "Tuhan" (rabb), ditambah akhiran penguat.
Rumusan "menyuruh kepada makruf dan melarang dari mungkar" muncul di delapan tempat, dan Al-Qur'an sendiri menjadikannya ciri orang yang beruntung.
Dua kata yang sama-sama berarti "melakukan" berbeda kadarnya: akar s-n-' berarti mengerjakan dengan terampil dan sengaja, sedangkan akar '-m-l lebih umum.
Alasan menerjemahkan diin sebagai "pertanggungjawaban", bukan "agama", dan penerapannya secara konsisten pada tiap bentuk kata serumpun yang muncul.
Ungkapan qaaluu subhaanaka (2:32, 25:18, 34:41) selalu diucapkan pihak yang sedang menjauhkan diri dari kesan pernah mengklaim sesuatu di luar dirinya.
Akar 'ilm merangkai empat ayat berturut-turut, 2:29 sampai 2:32, dan ditutup "laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa". Dua bentuk di dalamnya hanya muncul sekali di seluruh Al-Qur'an.
Kedua sifat ini muncul bertakrif dan berdampingan tanpa disela kata lain hanya di empat tempat. Catatan ini merekam keempatnya dan bedanya dengan bentuk tanpa kata sandang yang jauh lebih sering.
Delapan kemunculan tawallaytum di tujuh surah dan alasan menerjemahkannya sebagai "memunggungi", bukan "menyangkal".
Alasan menerjemahkan i'tadaw sebagai "melewati batas", bukan "berbuat jahat" atau "keterlaluan": kata ini menunjuk garis yang dilanggar, bukan kadar pelanggarannya.
Tiga kemunculan khaasi' di tiga surah (2:65, 7:166, 67:4) dan alasan menerjemahkannya sebagai terhalau atau dipulangkan, bukan sekadar "hina".
Kata arjih di 7:111 berakar r-j-w, bukan r-j-', menurut korpus morfologi. Catatan pilihan kata untuk ayat itu mengikuti akar yang benar.
Kata berakar cacat (mu'tall) menampakkan alif atau ya di permukaan, padahal huruf akarnya waw atau ya yang lain. Menyalin bentuk permukaan itu ke dalam klaim akar adalah kekeliruan yang paling sering terjadi di kolom pilihan kata.
Rumus (غَفُورٌ رَحِيمٌ, ghafuurun rahiim) dan bentuk takrifnya (الْغَفُورُ الرَّحِيمُ, al-ghafuuru r-rahiimu) muncul di 58 ayat total di seluruh…
Akar d-y-n dibakukan ke "pertanggungjawaban" di seluruh corpus, bukan "ketaatan", bukan "agama", untuk sense intinya (sistem nilai yang seseorang…
Lema jaann (bukan akar jnn secara umum, yang juga membentuk jannah "taman/surga" dan majnuun "kerasukan", sense berbeda, jangan dicampur)…
Akar m-r-j membentuk empat lema berbeda, masing-masing arti sendiri, klaim "akar X muncul N kali" untuk akar ini harus memilah per lema.
Ditemukan di 55:17: lema mashriq ("tempat terbit") muncul 11 kali dengan tiga bentuk jumlah berbeda (6 tunggal, 3 jamak, 2 dual, 43:38 & 55:17),…
barzakh 3 kali (23:100, 25:53, 55:20). Di dua ayat dua laut (25:53, 55:20) diterjemahkan "pembatas"; di 23:100 (antara mati dan hari dibangkitkan)…
Dua arti: (a) satu pihak melanggar pihak lain, biasanya diikuti 'alaa (38:22, 38:24, 49:9, 28:76, 10:23 innamaa baghyukum 'alaa anfusikum); (b)…
al-jawaari (42:32, 55:24, 81:16) menyebut yang bergerak/mengalir; "kapal" datang dari fi l-bahr, jadi "kapal-kapal" ditulis tanpa kurung. 81:16 =…
Akar f-n-y hanya dipakai sekali, di 55:26 (faanin). akar h-l-k dipakai di 63 ayat (4:176, 28:88, 53:50, dan lainnya). 28:88 kullu syay'in…
yabqaa hanya dipakai sekali (55:27). Bentuk perbandingan abqaa "lebih kekal" dipakai di 7 ayat (20:71, 20:73, 20:127, 20:131, 28:60, 42:36,…
Frasa l-jalaali wa-l-ikraami dipakai dua kali: 55:27 dengan dzuu, melekat pada wajhu, dan 55:78 dengan dzii, melekat pada rabbi. akar j-l-l…
wajh diterjemahkan "wajah" di semua ayat yang memakainya sebagai kata benda, termasuk wajah Allah dan ungkapan aslama wajhahu "menyerahkan…
kulla yawmin hanya dipakai sekali. Diterjemahkan "setiap saat", bukan "setiap hari": hari yang dikaitkan dengan Tuhan tidak diikat hitungan manusia…
sulthaan dipakai di 37 ayat dan diterjemahkan menurut konteks. Daya untuk bertindak menjadi "kekuasaan", "wewenang", atau "kuasa" (17:33, 28:35,…
ma'syar dipakai di 3 ayat (6:128, 6:130, 55:33), dan ketiganya menyapa jin. Terjemahan dan arti per katanya "golongan" di ketiga ayat. Seruan yaa…
Akar f-r-gh dipakai di 6 ayat: 2:250, 7:126, 18:96 (bentuk yang berarti menuangkan), 28:10 (faarighan "kosong"), 55:31, dan 94:7 (faraghta…
Bentuk dual ats-tsaqalaan hanya dipakai di 55:31; bentuk jamak atsqaal "beban-beban" dipakai di 16:7, 29:13, 99:2. Terjemahannya "dua golongan…
Surah 55 tidak memakai akar n-'-m; setiap "nikmat" dalam terjemahan surah ini berasal dari aalaa'. ni'mah dan bentuk-bentuknya dipakai di 49 ayat…
Akar n-h-s dipakai di 3 ayat: 41:16 (ayyaamin nahisaatin "hari-hari yang nahas"), 54:19 (yawmi nahsin "hari nahas"), dan 55:35 (nuhaas "cairan…
Bentuk intashara dan muntashir diterjemahkan menurut konteks, dengan makna mengupayakan pertolongan bagi diri sendiri: "menolong diri" (55:35),…
syuwaazh hanya dipakai di 55:35. Terjemahan memakai "nyala api" untuk syuwaazh (55:35) dan untuk maarij (55:15). Penjelasan 55:35 menyebut…
Di surah 55, idzaa hanya dipakai di 55:37 dan yawma'idzin hanya di 55:39. Keduanya membentuk satu kalimat bersyarat yang dipotong refrain 55:38.…
Kata kerja thaafa (termasuk bentuk pasif yuthaafu) dipakai di 8 ayat: enam tentang surga, ketika hidangan diedarkan atau pelayan berkeliling…
naashiyah "ubun-ubun" dipakai di 4 ayat: 11:56, 96:15, 96:16, dan 55:41 (jamak nawaashii). Susunan akhadza bi- + naashiyah ada di 11:56 (huwa…
siimaa dipakai di 6 ayat: 2:273, 7:46, 7:48, 47:30, 48:29, 55:41. Lima di antaranya bersama kata kerja mengenali dari akar '-r-f; 48:29 menyebut…
hamiim dipakai di 19 ayat. Di 14 ayat artinya air mendidih (mis. 6:70, 10:4, 22:19, 55:44); di 5 ayat artinya teman karib (26:101, 40:18, 41:34,…
maqaam dipakai di 14 ayat, dari akar berdiri: tempat seseorang berdiri atau kedudukannya (2:125 maqaami ibraahiima, 44:51 fii maqaamin amiinin,…
Akar ini hanya dipakai di 55:48 (dzawaataa afnaanin), sehingga maknanya tidak bisa dibandingkan dengan ayat lain. dzawaataa adalah bentuk dual…
'ayn berarti mata dan juga mata air; bahasa Indonesia menyimpan citra yang sama dalam "mata air". Bentuk dualnya untuk mata air dipakai di 55:50…
zawj adalah satu dari dua yang berpasangan, sehingga bentuk dualnya berarti satu pasang, bukan dua pasang. Bentuk dual dipakai di 7 ayat: 55:52…
furusy, jamak dari firaasy, dipakai di 55:54 dan 56:34; keduanya diterjemahkan "kasur-kasur". firaasy di 2:22 tetap "hamparan" karena yang…
Susunan ini dipakai di 37:48, 38:52, dan 55:56; ketiganya kini "yang menahan pandangannya" (55:56 diselaraskan dari "yang menahan pandangan"). Gloss…
Akar ini hanya dipakai di 55:56 dan 55:74, dalam kalimat yang sama (lam yathmitshunna insun qablahum wa-laa jaannun). Terjemahan "dijamah", kata…
yaaquut hanya dipakai di 55:58 dan tidak punya akar di korpus morfologi (kata pinjaman). Terjemahan "yakut dan marjan" tanpa tambahan "permata"…
Kata tanya hal hanya dipakai di 55:60 dalam Ar-Rahman. Susunan hal. illaa dipakai di 28 ayat; lima menyangkut balasan (7:147, 10:52, 27:90,…
duun (142 ayat) paling sering dipakai dalam min duuni llaahi, "selain Allah"; juga untuk letak (18:93, min duunihimaa, "di balik keduanya") dan…
Akar hanya dipakai di 55:64; pola bentuk kesebelas tidak dipakai di tempat lain. Pola terdekat (bentuk kesembilan) dipakai di sembilan ayat, semuanya…
Akar hanya dipakai di 55:66, jadi maknanya tak bisa diuji dengan ayat lain. Yang bisa diuji bentuknya: huruf tengah rangkap disusul alif panjang,…
Nakhl menunjuk pohonnya; buahnya disebut dengan susunan lain (tsamaraati n-nakhiili 16:67, ruthaban 19:25). Terjemahan kata per kata selalu…