Bukti internal sebagai fondasi sekaligus penguji
Prinsip utama proyek ini bersandar pada satu ayat: “Seandainya (Al-Quran) itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati banyak pertentangan di dalamnya” (QS 4:82). Ayat ini dibaca sebagai klaim yang boleh diuji: kalau konsistensi memang jadi ciri khas teks ini, maka konsistensi juga boleh dipakai sebagai alat untuk menguji terjemahan atasnya.
Bukti internal, yaitu bagaimana sebuah kata dipakai di seluruh kemunculannya di dalam Al-Quran sendiri, punya dua peran sekaligus dalam metode ini:
- Fondasi. Makna sebuah kata ditegakkan dari pola pemakaiannya lintas ayat, bukan diambil dari kamus atau tafsir lebih dulu lalu ditempelkan ke ayat.
- Penguji. Bukti internal boleh membatalkan pembacaan lain, termasuk pembacaan yang sudah luas diterima, kalau pembacaan itu ternyata tidak konsisten dengan pemakaian kata yang sama di ayat-ayat lain.
Kamus klasik dan terjemahan lain tetap dipakai, tetapi sebagai saksi, bukan wasit akhir. Kesaksian mereka diterima selama tidak dibantah oleh bukti internal yang sampelnya cukup; kalau bertabrakan, bukti internal yang menang, dan pertentangan itu dicatat secara terbuka, bukan disembunyikan.
Kutipan yang bisa diperiksa ulang
Setiap klaim tentang pilihan kata di situs ini disertai kutipan Arab asli berpasangan transliterasi, supaya pembaca yang tidak lancar membaca aksara Arab pun bisa memverifikasi klaimnya sendiri lewat ejaan Latin. Ini bukan sekadar hiasan; ini syarat sah bagi proyek yang mengkritik terjemahan lain karena dianggap memutuskan tanpa menunjukkan alasan. Kalau penjelasan di sini sendiri tidak beralasan, ia melakukan kesalahan yang sama.
Rujukan ke ayat lain (misalnya “pola yang sama muncul di 2:30”) ditautkan langsung, supaya pembaca bisa memeriksa klaim pola-lintas-ayat itu sendiri, bukan sekadar mempercayainya.
Tiga tingkat mempertahankan kata Arab
Ada tiga keadaan berbeda ketika sebuah kata Arab dipertahankan (tidak diterjemahkan) di situs ini, dan pembaca berhak tahu yang mana yang berlaku:
- Ada bukti kuat dari pemakaian internal atau leksikon bahwa kata itu berfungsi sebagai nama atau istilah generik yang lebih luas dari padanan Indonesia biasa (misalnya “Ar-Rahman” dipertahankan sebagai nama, bukan diterjemahkan “Yang Maha Pengasih”).
- Bukti tipis atau berbenturan. Pembacaan terkuat tetap ditulis, tetapi keraguannya ditandai secara eksplisit, disertai apa yang akan mengubah putusan itu kalau ditemukan bukti baru.
- Buntu. Ketika leksikon dan pemakaian internal sama-sama tidak memberi dasar yang cukup, kata itu ditransliterasi sebagai pengakuan ketidaktahuan, bukan sebagai temuan. Pembaca berhak tahu beda antara dua hal ini; menyamarkan pengakuan sebagai temuan sama saja menyembunyikan ketiadaan bukti.
Yang sengaja tidak dipakai
Terjemahan ini dibangun tanpa hadis dan tanpa asbabun nuzul (klaim tentang keadaan historis turunnya suatu ayat). Setiap klaim di sini harus bisa dilacak balik ke teks ayat itu sendiri, morfologinya, dan pola pemakaiannya di ayat lain, bukan ke narasi dari luar teks. Ini pilihan metodologis, bukan penilaian atas sumber-sumber itu.
Transliterasi
Transliterasi di situs ini ditulis tanpa tanda diakritik (tanpa ā, ī, ṣ, dan sejenisnya), memakai gaya vokal panjang berupa huruf ganda (aa, ii, uu) dan konsonan bersyaddah berupa huruf ganda pula, supaya bisa dibaca lancar tanpa font khusus. Transliterasi selalu ditulis miring untuk membedakannya dari teks Indonesia biasa.
Kata ganti orang kedua
Bahasa Indonesia punya padanan yang lebih presisi daripada “kamu” untuk membedakan sapaan tunggal dan jamak. Situs ini memakai “Engkau” untuk sapaan tunggal (biasanya percakapan langsung kepada Allah atau seorang nabi) dan “kalian” untuk sapaan jamak (komunitas orang beriman), dibedakan lewat bentuk kata kerja Arab yang menandai jumlah sapaan.
Status
Proyek ini berjalan bertahap: satu ayat digarap pada satu waktu, dengan riset lintas-teks yang mendalam sebelum ditulis, bukan diterjemahkan cepat secara batch. Situs ini hanya menampilkan ayat yang sudah melalui proses ini secara penuh, bukan seluruh Al-Quran sekaligus. Cakupan bertambah seiring waktu; lihat halaman Daftar Surah untuk status terkini.
Terjemahan ini adalah proyek riset pribadi, bukan terjemahan resmi lembaga mana pun. Ia dibangun untuk memberi pembaca landasan bukti agar bisa menarik kesimpulannya sendiri, bukan untuk menggantikan penilaian pembaca.