وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ
Dan ingatlah ketika kalian berkata, “Wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sampai kami melihat Allah secara terang-terangan,” maka halilintar menyambar kalian, sedang kalian menyaksikan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَwa-idz qultum yaa muusaa lan nu'mina laka hattaa naraa llaaha jahratan fa-akhadzatkumu s-saa'iqatu wa-antum tanzhuruunadan ingatlah ketika kalian berkata, wahai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sampai kami melihat Allah secara terang-terangan, maka halilintar menyambar kalian, sedang kalian menyaksikan
Aplikasi
Tuntutan 'kami tak akan percaya sampai melihat Allah secara terang-terangan' adalah pola menuntut bukti di luar kapasitas yang diberikan, dan direspons dengan konsekuensi keras. Konkretnya: ada jenis 'bukti' yang menuntut secara tidak wajar (di luar cara kebenaran biasa disingkapkan), kewaspadaan terhadap diri sendiri saat menuntut standar-bukti yang sebenarnya hanya dalih untuk terus menunda keyakinan/tindakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-m-n, r-a-y, a-l-h, j-h-r, a-kh-dz, s-'-q, n-zh-r): jahratan diterjemahkan 'terang-terangan'. Selaras arus utama.