وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Dan Kami menaungi kalian dengan awan, dan Kami menurunkan kepada kalian manna dan salwa. Makanlah dari yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepada kalian. Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰwa-zhallalnaa alaykumu l-ghamaama wa-anzalnaa alaykumu l-manna wa-s-salwaadan Kami menaungi kalian dengan awan, dan Kami menurunkan kepada kalian manna dan salwa
  2. كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْkuluu min tayyibaati maa razaqnaakummakanlah dari yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepada kalian
  3. وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَwa-maa zhalamuunaa wa-laakin kaanuu anfusahum yazhlimuunamereka tidak menzalimi Kami, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri
Aplikasi

Rezeki (manna dan salwa) diberikan cuma-cuma, namun ayat menutup dengan penegasan: kezaliman yang terjadi kemudian adalah zalim pada DIRI SENDIRI, bukan pada Allah. Konkretnya: pelanggaran terhadap nikmat yang diberikan (mengeluh, menyia-nyiakan, tidak bersyukur) pada akhirnya merugikan diri sendiri, Allah tidak berkurang apa pun, kerugian riil jatuh pada yang melanggar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar zh-l-l, gh-m-m, n-z-l, m-n-n, s-l-w, a-k-l, t-y-b, r-z-q, zh-l-m, k-w-n, n-f-s): nafs diterjemahkan 'diri' (konsisten seluruh mushaf); mann/salwaa dipertahankan sbg nama. Selaras.