ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Setelah itu, kalian berpaling. Maka seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, pasti kalian termasuk orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَtsumma tawallaytum min ba'di dzaalikasetelah itu, kalian berpaling
- فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَfa-lawlaa fadlu llaahi alaykum wa-rahmatuhu la-kuntum mina l-khaasiriinamaka seandainya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian, pasti kalian termasuk orang-orang yang rugi
Aplikasi
'Kalian berpaling setelah itu', pengingkaran terjadi bahkan setelah perjanjian serius baru saja diambil, menunjukkan betapa cepatnya komitmen bisa luntur tanpa penjagaan aktif. Konkretnya: momentum spiritual/moral yang kuat (setelah janji, resolusi, atau momen kesadaran besar) rentan memudar cepat jika tidak dijaga dengan tindakan konsisten, kewaspadaan terhadap kelunturan pasca-momen-tinggi adalah pelajaran praktis di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kepadamu,” diterjemahkan “kepada kalian,”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. Corpus ayat ini: «raHomatu, tanpa-al».