مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Orang-orang yang kufur dari kalangan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepada kalian suatu kebaikan dari Tuhan kalian. Dan Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang agung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْmaa yawaddu lladziina kafaruu min ahli l-kitaabi wa-laa l-mushrikiina an yunazzala alaykum min khayrin min rabbikumorang-orang yang kufur dari kalangan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepada kalian suatu kebaikan dari Tuhan kalian
  2. وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُwa-llaahu yakhtassu bi-rahmatihi man yashaa'udan Allah mengkhususkan rahmat-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki
  3. وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِwa-llaahu dzuu l-fadli l-azhiimidan Allah pemilik karunia yang agung
Aplikasi

Kedengkian sebagian pihak agar kebaikan TIDAK turun kepada yang lain menggambarkan pola pikir zero-sum yang toksik, seolah kebaikan bagi orang lain otomatis kerugian bagi diri sendiri. Konkretnya: rahmat dan karunia tidak terbatas atau kompetitif seperti sumber daya materi, merayakan kebaikan yang menimpa orang lain (bahkan yang berbeda kelompok) adalah sikap yang berlawanan dengan kedengkian yang dikritik di sini.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kepadamu” diterjemahkan “kepada kalian”; “Tuhanmu.” diterjemahkan “Tuhan kalian.”. Corpus ayat ini: «raHomati, tanpa-al».