وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu sehingga engkau mengikuti ajaran mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk.” Dan sungguh jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah apa yang datang kepadamu berupa ilmu, tidak ada bagimu dari Allah satu pelindung pun dan tidak pula satu penolong.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْwa-lan tardaa anka l-yahuudu wa-laa n-nasaaraa hattaa tattabi'a millatahumdan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu sehingga engkau mengikuti ajaran mereka
  2. قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰqul inna hudaa llaahi huwa l-hudaakatakanlah, sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk
  3. وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِwa-la-ini ttaba'ta ahwaa'ahum ba'da lladzii jaa'aka mina l-ilmidan sungguh jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah apa yang datang kepadamu berupa ilmu
  4. مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍmaa laka mina llaahi min waliyyin wa-laa nasiirintidak ada bagimu dari Allah satu pelindung pun dan tidak pula satu penolong
Aplikasi

Peringatan tegas: kepuasan kelompok lain tidak akan pernah tercapai kecuali dengan mengikuti sepenuhnya jalan mereka, sebuah pengakuan jujur bahwa mencari validasi universal dari semua pihak adalah usaha sia-sia yang menuntut pengorbanan prinsip. Konkretnya: berhenti mengejar persetujuan semua pihak sebagai syarat kebenaran diri, memegang petunjuk yang diyakini benar meski tidak semua pihak akan pernah puas adalah sikap yang diajarkan di sini.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu).; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.