وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

Siapa yang membenci ajaran Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri? Dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia ini, dan sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang-orang saleh.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُwa-man yarghabu an millati ibraahiima illaa man safiha nafsahudan siapa yang membenci ajaran Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri
  2. وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَاwa-la-qadi stafaynaahu fii d-dunyaadan sungguh Kami telah memilihnya di dunia ini
  3. وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَwa-innahu fii l-aakhirati la-mina s-saalihiinadan sesungguhnya dia di akhirat termasuk orang-orang saleh
Aplikasi

Kritik terhadap yang 'membenci millah Ibrahim' disebut sebagai orang yang 'memperbodoh dirinya sendiri', penolakan terhadap jalan yang sudah terbukti baik (Ibrahim dipilih di dunia, saleh di akhirat) adalah kerugian bagi diri sendiri. Konkretnya: menolak teladan yang sudah terbukti positif hanya karena keengganan mengikuti sesuatu yang mapan adalah bentuk kerugian-diri, bukan kebebasan sejati.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; retrofit kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). Millah (akar m-l-h, akar akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.