أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Apakah kalian menjadi saksi ketika kematian mendatangi Ya'qub, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan leluhurmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, yaitu Tuhan Yang Esa, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَam kuntum shuhadaa'a idz hadara ya'quuba l-mawtu idz qaala li-baniihi maa ta'buduuna min ba'dii qaaluu na'budu ilaahaka wa-ilaaha aabaa'ika ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa ilaahan waahidan wa-nahnu lahu muslimuunaapakah kalian menjadi saksi ketika kematian mendatangi Ya'qub, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, apa yang kalian sembah sepeninggalku? Mereka menjawab, kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan leluhurmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, yaitu Tuhan Yang Esa, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri
Aplikasi

Kesaksian anak-anak Ya'qub tentang komitmen mereka terjadi 'menjelang kematian' ayah mereka, momen paling jujur dan penting untuk menegaskan nilai yang akan diteruskan. Konkretnya: percakapan tentang nilai dan arah hidup dengan generasi berikutnya sebaiknya tidak ditunda sampai momen kritis, meski momen genting bisa memperjelas prioritas, persiapan yang lebih awal lebih baik daripada menunggu saat-saat terakhir.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN -2). PASS: retrofit kau/engkau/kalian menyusul. Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu;).