Ayat 2:135
وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Dan mereka berkata, “Jadilah kalian Yahudi atau Nasrani, niscaya kalian mendapat petunjuk.” Katakanlah, “Sebaliknya, ajaran Ibrahim yang lurus, dan dia tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُواwa-qaaluu kuunuu huudan aw nasaaraa tahtaduudan mereka berkata, jadilah kalian Yahudi atau Nasrani, niscaya kalian mendapat petunjuk
- قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًاqul bal millata ibraahiima haniifankatakanlah, sebaliknya, ajaran Ibrahim yang lurus
- وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَwa-maa kaana mina l-mushrikiinadan dia tidak termasuk orang-orang yang mempersekutukan
Aplikasi
Tuntutan 'jadilah Yahudi atau Nasrani agar mendapat petunjuk' dijawab dengan penegasan mengikuti 'millah Ibrahim yang lurus', bukan penolakan terhadap kedua tradisi tersebut, melainkan penegasan sumber yang lebih dasar (Ibrahim, sebelum perpecahan menjadi kelompok-kelompok). Konkretnya: mencari akar bersama yang lebih fundamental (nilai inti, bukan label kelompok) bisa menjadi jalan mengatasi perpecahan sektarian yang berlarut-larut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini: millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.
Ayat 2:136
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta pada apa yang diberikan kepada para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَquuluu aamannaa billaahi wa-maa unzila ilaynaa wa-maa unzila ilaa ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa wa-ya'quuba wa-l-asbaati wa-maa uutiya muusaa wa-iisaa wa-maa uutiya n-nabiyyuuna min rabbihim laa nufarriqu bayna ahadin minhum wa-nahnu lahu muslimuunakatakanlah, kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta pada apa yang diberikan kepada para nabi dari Tuhan mereka, kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri
Aplikasi
Deklarasi iman di sini eksplisit mencakup SEMUA nabi tanpa membeda-bedakan ('kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka'), sebuah model inklusivitas terhadap rantai kenabian, bukan eksklusivitas terhadap satu nabi saja. Konkretnya: menghormati kebenaran dari berbagai sumber/tradisi tanpa merasa perlu merendahkan salah satunya untuk meninggikan yang lain adalah sikap yang dicontohkan di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). PASS: penyelarasan ulang kau/engkau/kalian menyusul. ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. Lih. Versi lama catatan ini keliru di kedua titik itu;).
Ayat 2:137
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Jika mereka telah mengimani apa yang kalian imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perselisihan. Maka Allah akan mencukupimu terhadap mereka. Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْاfa-in aamanuu bi-mitsli maa aamantum bihi fa-qadi htadawjika mereka telah mengimani apa yang kalian imani, sungguh mereka telah mendapat petunjuk
- وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍwa-in tawallaw fa-innamaa hum fii shiqaaqindan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam perselisihan
- فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُfa-sa-yakfiikahumu llaahumaka Allah akan mencukupimu terhadap mereka
- وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-huwa s-samii'u l-aliimudan Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu
Aplikasi
Kriteria untuk mengukur apakah orang lain 'mendapat petunjuk' diberikan sederhana: apakah mereka 'mengimani apa yang kalian imani', bukan standar ganda yang rumit. Konkretnya: kejujuran dalam menilai kesamaan/perbedaan pandangan orang lain memakai standar yang sama yang dipakai untuk menilai diri sendiri, bukan standar berlapis yang menguntungkan kelompok sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'Sang Berilmu' (takrif corpus); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').
Ayat 2:138
صِبْغَةَ اللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً ۖ وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ
Celupan Allah! Dan siapa yang lebih baik celupannya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya kami mengabdi.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- صِبْغَةَ اللَّهِsibghata llaahicelupan Allah
- وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةًwa-man ahsanu mina llaahi sibghatandan siapa yang lebih baik celupannya daripada Allah
- وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَwa-nahnu lahu aabiduunadan hanya kepada-Nya kami mengabdi
Aplikasi
'Celupan Allah' sebagai metafora, warna/identitas yang diberikan Allah meresap dan mewarnai keseluruhan diri, bukan sekadar label eksternal yang ditempelkan. Konkretnya: identitas spiritual yang sehat bukan sekadar atribut yang dipakai-lepas sesuai situasi, melainkan sesuatu yang benar-benar meresap dan mewarnai keseluruhan cara hidup, pertanyaan reflektif: apakah nilai-nilaiku benar-benar 'mencelup' seluruh hidupku, atau hanya lapisan permukaan?
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-b-gh, a-l-h, h-s-n, '-b-d): sibghah diterjemahkan 'Celupan', BEDA dari terjemahan lain (transliterasi 'sibgah')/Sahih Intl ('religion of Allah'). akar s-b-gh=celup/warna (sebagian penerjemah 'immersion'); makna harfiah=celupan/warna Allah. aabiduun diterjemahkan 'mengabdi' (akar '-b-d).
Ayat 2:139
قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ
Katakanlah, “Apakah kalian berhujah dengan kami tentang Allah, padahal Dia Tuhan kami dan Tuhan kalian? Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kalian amal-amal kalian; dan hanya kepada-Nya kami memurnikan pengabdian.”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَqul a-tuhaajjuunanaa fii llaahi wa-huwa rabbunaa wa-rabbukum wa-lanaa a'maalunaa wa-lakum a'maalukum wa-nahnu lahu mukhlisuunakatakanlah, apakah kalian berhujah dengan kami tentang Allah, padahal Dia Tuhan kami dan Tuhan kalian? Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kalian amal-amal kalian, dan hanya kepada-Nya kami memurnikan pengabdian
Aplikasi
Respons terhadap perdebatan agama: 'bagi kami amal-amal kami, bagi kalian amal-amal kalian', sebuah sikap yang menghentikan perdebatan tak berujung dengan fokus kembali pada tanggung jawab masing-masing. Konkretnya: dalam perdebatan yang tak kunjung menemukan titik temu, terkadang jalan paling bijak adalah mengakhiri argumen dan kembali fokus pada tindakan/tanggung jawab sendiri, bukan terus memaksakan kesepakatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, h-j-j, a-l-h, r-b-b, '-m-l, kh-l-s): haajja diterjemahkan 'berhujah' (keluarga-hujah); mukhlisuun diterjemahkan 'memurnikan pengabdian' (akar kh-l-s). Makna selaras.
Ayat 2:140
أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Apakah kalian juga berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya adalah Yahudi atau Nasrani? Katakanlah, “Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah? Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya?” Allah sama sekali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰam taquuluuna inna ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa wa-ya'quuba wa-l-asbaata kaanuu huudan aw nasaaraaapakah kalian juga berkata bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya adalah Yahudi atau Nasrani
- قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُqul a-antum a'lamu ami llaahukatakanlah, apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah
- وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِwa-man azhlamu mimman katama shahaadatan indahu mina llaahidan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian dari Allah yang ada padanya
- وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَwa-maa llaahu bi-ghaafilin ammaa ta'maluunadan Allah sama sekali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan
Aplikasi
Klaim sepihak atas identitas nabi-nabi terdahulu (mengklaim mereka Yahudi/Nasrani) dikritik dengan pertanyaan tajam: 'siapa yang lebih zalim dari yang menyembunyikan kesaksian dari Allah?' Konkretnya: memutarbalikkan sejarah atau fakta demi kepentingan kelompok sendiri (mengklaim tokoh besar sebagai 'milik eksklusif' kelompok tertentu) adalah bentuk kezaliman intelektual yang dikritik keras di sini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: 2MS hanya 'qul' tanpa kata ganti); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.