أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Mereka itulah yang atasnya ada salat-salat dari Tuhan mereka, dan rahmat, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌulaa'ika alayhim salawaatun min rabbihim wa-rahmatunmereka itulah yang atasnya ada salat-salat dari Tuhan mereka, dan rahmat
- وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَwa-ulaa'ika humu l-muhtaduunadan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk
Aplikasi
Bagi yang menghadapi musibah dengan sikap di 2:156, balasan yang dijanjikan adalah 'salat-salat dari Tuhan mereka', dukungan aktif dan terarah dari Allah, bukan sekadar rahmat pasif. Konkretnya: sikap menerima kesulitan dengan kepasrahan yang aktif (bukan pasrah-putus asa, tapi pasrah-tetap-bergerak) membuka jalan bagi dukungan yang lebih besar, pola yang membalikkan kesulitan menjadi undangan pertolongan, bukan akhir dari segalanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain: 'ampunan dan rahmat', tidak pakai kata 'salawat' meski itu kata Arab yg persis tertulis di ayat. Berbeda dari 33:56/9:103/33:43 (verba, diseragamkan jadi 'salat'): di sini bentuknya NOMINA yg dlm bahasa Indonesia sudah punya padanan serapan langsung 'salawat' (bukan 'salat') utk makna restu/berkah, dipertahankan sesuai instruksi Pak FD, BUKAN diterjemahkan bebas ke 'rahmat/ampunan' spt terjemahan lain., pola generik yg sama, tapi terjemahan ini di sini memilih 'salawat' (bukan 'salat' atau 'duties/kewajiban') krn bentuk nomina. Akar akar s-l-w, nomina salawaat (jamak salaah). KEPUTUSAN (Pak FD): 'salawat' DIPERTAHANKAN (transliterasi, konsisten dan keputusan 33:43). Bukti tambahan yang menguatkan justru khas ayat ini: salawaat BERDAMPINGAN dengan rahmah dalam satu ayat, 'alayhim salawaatun min rabbihim wa-rahmah'. Bila salawaat diartikan 'rahmat/ampunan', ia REDUNDAN dengan rahmah yang menyusul. Prinsip Pak FD sendiri (Qur'an tidak mengulang percuma, dasar pembedaan rahmaan≠rahiim) berlaku: salawaat ≠ rahmah, dua nuansa berbeda (salawaat = berkah/pemuliaan; rahmah = pemberian-penghidupan, kerangka r-h-m). Mempertahankan 'salawat' sbg katanya sendiri menghormati non-redundansi ini; merendernya 'ampunan' (terjemahan lain) malah menimbulkan tumpang-tindih. Selaras keputusan 33:43 (poros s-l-w subjek-Ilahi).