إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati sedang mereka masih kufur , mereka itulah yang atas mereka laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَinna lladziina kafaruu wa-maatuu wa-hum kuffaarun ulaa'ika alayhim la'natu llaahi wa-l-malaa'ikati wa-n-naasi ajma'iinasesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati sedang mereka masih kufur, mereka itulah yang atas mereka laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia
Aplikasi

Konsekuensi terberat (laknat dari Allah, malaikat, DAN seluruh manusia) dikaitkan dengan kondisi 'mati dalam keadaan masih ingkar', penekanan pada keadaan akhir, bukan sekadar kesalahan sesaat. Konkretnya: ayat ini menekankan pentingnya arah akhir hidup, bukan hanya rekam jejak masa lalu, selalu ada ruang perbaikan selama hidup berlangsung, sebuah dorongan untuk tidak menyerah memperbaiki diri kapan pun.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-f-r, m-w-t, l-'-n, a-l-h, m-l-k, n-w-s, j-m-'): kaafir/kuffaar diterjemahkan 'ingkar'; la'nah diterjemahkan 'laknat'. Selaras.