فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Maka siapa yang mengubahnya setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Yang Mendengar lagi Sang Berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُfa-man baddalahu ba'damaa sami'ahu fa-innamaa itsmuhu alaa lladziina yubaddiluunahumaka siapa yang mengubahnya setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang-orang yang mengubahnya
  2. إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌinna llaaha samii'un aliimunsesungguhnya Allah Yang Mendengar lagi Sang Berilmu
Aplikasi

Dosa mengubah wasiat 'hanya bagi orang yang mengubahnya', pembuat wasiat asli terlindungi dari kesalahan pihak lain yang memanipulasi kehendaknya. Konkretnya: tanggung jawab moral melekat pada pelaku manipulasi, bukan korban yang niatnya sudah jelas dan baik, sebuah prinsip yang berlaku luas: yang bertanggung jawab atas penyimpangan adalah yang menyimpangkan, bukan yang niat awalnya lurus.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').