شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan bukti-bukti yang jelas mengenai petunjuk dan pembeda. Maka siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah berpuasa. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka sejumlah hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan Dia tidak menghendaki kesukaran bagi kalian, dan agar kalian mencukupkan bilangannya, dan agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepada kalian, dan agar kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِshahru ramadaana lladzii unzila fiihi l-qur'aanu hudan li-n-naasi wa-bayyinaatin mina l-hudaa wa-l-furqaanibulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan bukti-bukti yang jelas mengenai petunjuk dan pembeda
  2. فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُfa-man shahida minkumu sh-shahra fa-l-yasumhumaka siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah berpuasa
  3. وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَwa-man kaana mariidan aw alaa safarin fa-iddatun min ayyaamin ukharadan siapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka sejumlah hari yang lain
  4. يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَyuriidu llaahu bikumu l-yusra wa-laa yuriidu bikumu l-usra wa-li-tukmiluu l-iddata wa-li-tukabbiruu llaaha alaa maa hadaakum wa-la'allakum tashkuruunaAllah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan Dia tidak menghendaki kesukaran bagi kalian, dan agar kalian mencukupkan bilangannya, dan agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepada kalian, dan agar kalian bersyukur
Aplikasi

Tujuan puasa dijelaskan lagi: Allah 'menghendaki kemudahan, tidak menghendaki kesukaran', prinsip yang secara eksplisit menolak pembebanan berlebihan dalam beragama. Konkretnya: interpretasi agama yang cenderung mempersulit dan membebani berlawanan dengan prinsip yang dinyatakan tegas di sini, kemudahan adalah nilai yang diakui, bukan kelemahan iman.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).