وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ
Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan pertanggungjawaban hanya bagi Allah. Maka jika mereka berhenti, tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِwa-qaatiluuhum hattaa laa takuuna fitnatun wa-yakuuna d-diinu lillaahidan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan pertanggungjawaban hanya bagi Allah
- فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَfa-ini ntahaw fa-laa udwaana illaa alaa zh-zhaalimiinamaka jika mereka berhenti, tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang yang zalim
Aplikasi
Tujuan akhir peperangan dinyatakan eksplisit: hingga 'tidak ada lagi fitnah/penindasan' dan 'pertanggungjawaban hanya bagi Allah', bukan penaklukan kekuasaan, melainkan penghapusan penindasan sistemik. Konkretnya: tujuan dari perlawanan terhadap ketidakadilan seharusnya penghapusan sistem penindasan itu sendiri, bukan sekadar pergantian siapa yang berkuasa, sebuah ukuran untuk menilai apakah sebuah perjuangan benar-benar untuk keadilan atau sekadar perebutan kekuasaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender diin di sini sbg 'ketaatan/pengabdian'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout batch (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; retrofit kau/engkau/kalian menyusul. Akar akar d-y-n (dyn), sense 'ketaatan/pengabdian kepada Allah'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).