وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Dan mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah gangguan, maka jauhilah perempuan pada waktu haid, dan janganlah kalian mendekati mereka hingga mereka suci. Maka apabila mereka telah bersuci, datangilah mereka dari arah yang diperintahkan Allah kepada kalian.” Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِwa-yas'aluunaka ani l-mahiididan mereka bertanya kepadamu tentang haid
  2. قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِqul huwa adzan fa-taziluu n-nisaa'a fii l-mahiidikatakanlah, itu adalah gangguan, maka jauhilah perempuan pada waktu haid
  3. وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَwa-laa taqrabuuhunna hattaa yathurnadan janganlah kalian mendekati mereka hingga mereka suci
  4. فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُfa-idzaa tatahharna fa-tuuhunna min haytsu amarakumu llaahumaka apabila mereka telah bersuci, datangilah mereka dari arah yang diperintahkan Allah kepada kalian
  5. إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَinna llaaha yuhibbu t-tawwaabiina wa-yuhibbu l-mutatahhiriinasesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri
Aplikasi

Perintah menjauhi hubungan intim saat haid disertai penutup penting: 'Allah mencintai orang yang bertobat DAN mencintai yang menyucikan diri', dua jenis kecintaan disatukan: penyesalan atas kesalahan dan usaha menjaga kesucian diri. Konkretnya: perjalanan spiritual yang sehat menggabungkan dua hal, kesediaan bertobat saat salah DAN usaha proaktif menjaga kesucian/kebersihan diri, bukan hanya salah satu.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. at-tawwaabiin di ayat ini = MANUSIA dgn lema yang SAMA dgn at-Tawwaab (kesaling-kembalian; intensitas fa'aal tak ditandai, contoh serupa ghaffaar). 'menyucikan diri' di sini merender al-mutatahhiriin = ROOT t-h-r (corpus 2:222:27), BUKAN tazakkaa (z-k-w), maka 'menyucitumbuhkan' TIDAK berlaku di ayat ini. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.