قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ
Katakanlah, “Taatilah Allah dan Rasul.” Maka jika kalian berpaling, sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَqul atii'uu llaaha wa-r-rasuulakatakanlah, taatilah Allah dan Rasul
- فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَfa-in tawallaw fa-inna llaaha laa yuhibbu l-kaafiriinamaka jika kalian berpaling, sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir
Aplikasi
Perintah 'taatilah Allah dan Rasul' dengan konsekuensi jelas bagi yang berpaling, struktur otoritas ganda (Allah dan utusan-Nya) menegaskan bahwa ketaatan spiritual memerlukan saluran konkret, bukan hanya keyakinan abstrak. Konkretnya: nilai-nilai abstrak (kebaikan, keadilan) sering butuh diwujudkan lewat teladan/otoritas konkret untuk benar-benar dijalankan, mengikuti contoh nyata melengkapi pemahaman prinsip abstrak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).