Ayat 3:86

كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kufur setelah beriman, dan mereka telah bersaksi bahwa Rasul itu benar, dan telah datang kepada mereka keterangan-keterangan nyata? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُkayfa yahdii llaahu qawman kafaruu ba'da iimaanihim wa-shahiduu anna r-rasuula haqqun wa-jaa'ahumu l-bayyinaatubagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada suatu kaum yang kufur setelah beriman, dan mereka telah bersaksi bahwa Rasul itu benar, dan telah datang kepada mereka keterangan-keterangan nyata
  2. وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَwallaahu laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinadan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim
Aplikasi

Pertanyaan retoris 'bagaimana Allah memberi petunjuk kepada yang ingkar SETELAH beriman dan bersaksi Rasul itu benar' menyoroti kemunduran setelah kejelasan penuh sebagai pelanggaran serius. Konkretnya: meninggalkan komitmen yang sudah diyakini benar dengan kesaksian jelas (bukan karena keraguan baru, melainkan karena kepentingan/kenyamanan) adalah kemunduran yang jauh lebih berat daripada belum pernah berkomitmen sama sekali.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-y-f, h-d-y, a-l-h, q-w-m, k-f-r, b-'-d, a-m-n, sh-h-d, r-s-l, h-q-q, j-y-a, b-y-n, zh-l-m): kafara diterjemahkan 'ingkar'; bayyinaat diterjemahkan 'keterangan-keterangan nyata'. Selaras.

Ayat 3:87

أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Mereka itu, balasannya adalah bahwa atas mereka laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. أُولَٰئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَulaa'ika jazaa'uhum anna alayhim la'nata llaahi wa-l-malaa'ikati wa-n-naasi ajma'iinamereka itu, balasannya adalah bahwa atas mereka laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia
Aplikasi

Konsekuensi berat (laknat dari Allah, malaikat, dan seluruh manusia) menegaskan skala pelanggaran murtad-setelah-bukti-jelas, namun ayat berikutnya (3:89) langsung memberi jalan keluar lewat tobat, menunjukkan konsekuensi ini bukan tanpa harapan. Konkretnya: kesalahan besar sekalipun tidak final selama ada kesediaan untuk kembali dan memperbaiki diri, beratnya konsekuensi yang dinyatakan justru menegaskan pentingnya jalur pemulihan yang segera menyusul.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-z-y, l-'-n, a-l-h, m-l-k, n-w-s, j-m-'): la'nah diterjemahkan 'laknat'. Selaras.

Ayat 3:88

خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ

kekal di dalamnya; azab tidak diringankan bagi mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. خَالِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَkhaalidiina fiihaa laa yukhaffafu anhumu l-adzaabu wa-laa hum yunzharuunakekal di dalamnya, azab tidak diringankan bagi mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan
Aplikasi

Penangguhan tidak diberikan ('tidak diringankan. tidak diberi penangguhan') bagi yang tetap dalam kekufuran, penekanan pada batas waktu kesempatan yang tidak berlaku selamanya. Konkretnya: kesempatan untuk berubah memang berharga tapi tidak abadi, pengingat untuk tidak menunda perbaikan diri dengan asumsi kesempatan akan selalu tersedia.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-l-d, kh-f-f, '-dz-b, n-zh-r): yunzharuun diterjemahkan 'diberi penangguhan'. Selaras.

Ayat 3:89

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu dan memperbaiki diri; sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌillaa lladziina taabuu min ba'di dzaalika wa-aslahuu fa-inna llaaha ghafuurun rahiimunkecuali orang-orang yang bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Aplikasi

Pengecualian eksplisit bagi yang 'bertobat setelah itu dan memperbaiki diri', pintu pemulihan tetap terbuka bahkan setelah pelanggaran berat sekalipun, asalkan disertai perbaikan nyata (bukan sekadar penyesalan verbal). Konkretnya: tidak ada kesalahan yang terlalu besar untuk ditebus selama disertai tindakan perbaikan konkret, harapan pemulihan tetap tersedia bagi siapa pun yang benar-benar bersedia berubah.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya, superlatif yang di teks. *Ghafuur* berpola *fa'uul* & *rahiim* berpola *fa'iil*: intensif, superlatif (bandingkan *arham*, pola *af'al* = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151)., kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik KEMENAG SENDIRI: di ia menulis *rahiim* diterjemahkan “penyayang”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus muncul di, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8)., dan itu penting: *ghafara* = (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), *rahima* =. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. bahwa *ghafuur* & *rahiim* memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul di dekat *rahiim* tapi hanya di dekat *rahmaan*, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan *rahmaan* ≠ *rahiim*. Akar tetangga yang BELUM diputuskan (*'aziiz*, *hakiim*, *haliim*, *'aliim* dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Rujukan:, Corpus ayat ini: = LEM:gafuwr ROOT:gfr,; = LEM:r~aHiym ROOT:rHm,. Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.

Ayat 3:90

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَinna lladziina kafaruu ba'da iimaanihim tsumma zdaaduu kufran lan tuqbala tawbatuhum wa-ulaa'ika humu d-daalluunasesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat
Aplikasi

Kontras dengan 3:89: bagi yang 'bertambah kekufurannya' (bukan sekadar sekali salah, tapi terus memperdalam penolakan), tobat tidak diterima, pembeda antara kesalahan yang disesali dan pola yang terus diperkuat. Konkretnya: perbedaan penting antara kesalahan yang diakui dan diperbaiki versus pola yang terus dipertahankan dan diperdalam, pintu pemulihan tetap terbuka bagi yang pertama, bukan yang kedua.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.

Ayat 3:91

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati sedang mereka masih kufur, maka sekali-kali tidak akan diterima dari seorang pun di antara mereka sepenuh bumi emas, sekiranya ia menebus diri dengannya. Mereka itulah yang bagi mereka azab yang pedih, dan tidak ada bagi mereka penolong.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِinna lladziina kafaruu wa-maatuu wa-hum kuffaarun fa-lan yuqbala min ahadihim mil'u l-ardi dzahaban wa-lawi ftadaa bihisesungguhnya orang-orang yang kufur dan mati sedang mereka masih kufur, maka sekali-kali tidak akan diterima dari seorang pun di antara mereka sepenuh bumi emas, sekiranya ia menebus diri dengannya
  2. أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَulaa'ika lahum adzaabun aliimun wa-maa lahum min naasiriinamereka itulah yang bagi mereka azab yang pedih, dan tidak ada bagi mereka penolong
Aplikasi

Peringatan bahwa 'sepenuh bumi emas' tidak akan diterima sebagai tebusan bagi yang mati dalam kekufuran, kekayaan materi, sebesar apa pun, tidak bisa membeli pengampunan atau membalikkan konsekuensi spiritual. Konkretnya: kekayaan dan sumber daya material memiliki batas jelas dalam menyelesaikan masalah, beberapa hal (integritas, hubungan yang rusak, konsekuensi moral) tidak bisa dibeli kembali dengan uang sebanyak apa pun.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-f-r, m-w-t, q-b-l, a-h-d, m-l-a, a-r-d, dz-h-b, f-d-y, '-dz-b, a-l-m, n-s-r): kaafir diterjemahkan 'ingkar'; iftadaa diterjemahkan 'menebus diri'; mil'u l-ard dhahaban diterjemahkan 'sepenuh bumi emas'. Selaras.