إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَ

Sesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَنْ تُقْبَلَ تَوْبَتُهُمْ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الضَّالُّونَinna lladziina kafaruu ba'da iimaanihim tsumma zdaaduu kufran lan tuqbala tawbatuhum wa-ulaa'ika humu d-daalluunasesungguhnya orang-orang yang kufur setelah beriman, kemudian bertambah kekufurannya, tidak akan diterima tobat mereka, dan mereka itulah orang-orang yang sesat
Aplikasi

Kontras dengan 3:89: bagi yang 'bertambah kekufurannya' (bukan sekadar sekali salah, tapi terus memperdalam penolakan), tobat tidak diterima, pembeda antara kesalahan yang disesali dan pola yang terus diperkuat. Konkretnya: perbedaan penting antara kesalahan yang diakui dan diperbaiki versus pola yang terus dipertahankan dan diperdalam, pintu pemulihan tetap terbuka bagi yang pertama, bukan yang kedua.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.