قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
Katakanlah, “Allah benar.” Maka ikutilah millah Ibrahim yang hanif, dan ia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قُلْ صَدَقَ اللَّهُqul sadaqa llaahukatakanlah, Allah benar
- فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَfa-ttabi'uu millata ibraahiima haniifan wa-maa kaana mina l-mushrikiinamaka ikutilah millah Ibrahim yang hanif, dan ia tidaklah termasuk orang-orang musyrik
Aplikasi
Setelah bukti-bukti diberikan, seruannya jelas: 'ikutilah millah Ibrahim yang hanif', mengikuti jalan yang lurus dan murni (mencari kebenaran tanpa distorsi kepentingan kelompok). Konkretnya: setelah proses pencarian kebenaran yang jujur, komitmen pada jalan yang murni (bebas dari kepentingan sempit/eksklusivisme kelompok) adalah arah yang dianjurkan, kembali pada esensi, bukan formalitas kelompok.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain merender millah sbg 'agama', menyamakannya dgn diin. terjemahan ini memisahkan keduanya utk menjaga presisi: 'millah' (kredo/jalan) ≠ 'pertanggungjawaban' (diin). Rollout millah (15 ayat akar akar m-l-l). Mempertahankan 'millah' menegakkan distingsi leksikal dari diin (Prinsip #1 konsistensi). PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn 'agama'(millah) diterjemahkan 'millah'; retrofit kau/engkau/kalian menyusul (pass terpadu). ' Millah (akar m-l-h, akar akar m-l-l; lemma corpus 'mil~ap'). Entri millah memang tipis krn م ada setelah qaaf, justru itu alasan kata serapan 'millah' dipertahankan. Diverifikasi corpus Leeds (root mll = 15 ayat millah, terpisah dari verba yumill 'mendiktekan' di 2:282). Konvensi terjemahan ini (Pak FD 2026-07-15): millah DIPERTAHANKAN sbg kata Arab (kata serapan, spt 'salat'), DIBEDAKAN dari diin='pertanggungjawaban'. Millah = jalan/kredo keyakinan-praktik yg diikuti; diin = relasi/sistem pertanggungjawaban.