وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas. Dan mereka itulah yang bagi mereka azab yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُwa-laa takuunuu kalladziina tafarraquu wa-khtalafuu min ba'di maa jaa'ahumu l-bayyinaatudan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang jelas
  2. وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌwa-ulaa'ika lahum adzaabun azhiimundan mereka itulah yang bagi mereka azab yang agung
Aplikasi

Larangan 'bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas' menyasar perpecahan yang terjadi justru setelah kejelasan datang, bukan ketidaktahuan, melainkan penolakan terhadap yang sudah jelas. Konkretnya: ketika sebuah kelompok atau komunitas sudah memiliki informasi/prinsip yang jelas namun tetap memecah diri karena ego atau kepentingan sempit, itu pelanggaran yang lebih berat daripada sekadar salah paham, waspadai perpecahan yang munculnya justru setelah semua pihak tahu duduk perkaranya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.