وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Dan tidak ada ucapan mereka kecuali mereka berkata, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan pelampauan batas kami dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kufur.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَwa-maa kaana qawlahum illaa an qaaluu rabbanaa ghfir lanaa dzunuubanaa wa-israafanaa fii amrinaa wa-tsabbit aqdaamanaa wa-nsurnaa alaa l-qawmi l-kaafiriinadan tidak ada ucapan mereka kecuali mereka berkata, 'ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan pelampauan batas kami dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kufur'
Aplikasi

Doa mereka mencakup permohonan ampun atas 'tindakan-tindakan yang berlebihan dalam urusan kami' sebelum meminta pertolongan melawan musuh, introspeksi diri mendahului permintaan bantuan eksternal. Konkretnya: pola doa yang sehat di tengah krisis bukan cuma menuntut pertolongan atau menyalahkan pihak lawan, tetapi diawali kesediaan mengakui kesalahan atau kelebihan diri sendiri terlebih dahulu.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. 3' Corpus ayat ini: «{gofiro, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').