لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۗ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِ

Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka, bagi mereka taman-taman yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, sebagai jamuan dari sisi Allah; dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِlaakini lladziina ttaqaw rabbahum lahum jannaatun tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa nuzulan min indi llaahitetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka, bagi mereka taman-taman yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, sebagai jamuan dari sisi Allah
  2. وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ لِلْأَبْرَارِwa-maa inda llaahi khayrun li-l-abraaridan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti
Aplikasi

Kata 'abraar' (orang yang berbuat baik) berakar pada birr, kebaikan yang sifatnya meluas, bukan kebaikan yang tertutup untuk diri sendiri. Konkretnya: pupuk kebaikan yang benar-benar memancar dan berdampak ke luar dirimu, bukan kebaikan yang berhenti sebagai kepuasan pribadi semata, sifat 'meluas' itu melekat pada kata yang dipakai untuk menyebut orang yang benar-benar baik di sini.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-q-y, r-b-b, j-n-n, j-r-y, t-h-t, n-h-r, kh-l-d, n-z-l, '-n-d, a-l-h, kh-y-r, b-r-r): abraar diterjemahkan 'orang-orang yang berbuat baik' (akar b-r-r putaran 85: birr=kebaikan yang MELUAS); nuzul diterjemahkan 'jamuan'. Selaras.