وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah, mereka khawatir terhadapnya; maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang tepat.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْwa-l-yakhsha lladziina law tarakuu min khalfihim dzurriyyatan di'aafan khaafuu alayhimdan hendaklah takut orang-orang yang sekiranya meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah, mereka khawatir terhadapnya
- فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًاfa-l-yattaquu llaaha wa-l-yaquuluu qawlan sadiidanmaka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang tepat
Aplikasi
Perintah 'hendaklah takut' bagi yang meninggalkan 'keturunan lemah' diarahkan sebagai empati proyektif, membayangkan bagaimana perasaan jika situasi serupa menimpa keturunan sendiri, sebagai dasar memperlakukan yatim orang lain dengan baik. Konkretnya: menggunakan empati proyektif ('bagaimana jika ini anak/keluargaku') sebagai metode etis untuk menentukan cara memperlakukan yang rentan adalah teknik konkret yang diajarkan ayat ini, bukan sekadar aturan abstrak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar kh-sh-y, t-r-k, kh-l-f, dz-r-r, d-'-f, kh-w-f, w-q-y, a-l-h, q-w-l, s-d-d): qawlan sadiidan diterjemahkan 'perkataan yang tepat' (akar s-d-d: sadiid=tepat/lurus). gloss dibuang.