وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Dan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena ingin dilihat manusia, dan tidak beriman kepada Allah maupun Hari Akhir; dan siapa yang setan menjadi temannya, maka seburuk-buruk teman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَالَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِwa-lladziina yunfiquuna amwaalahum ri'aa'a n-naasi wa-laa yu'minuuna billaahi wa-laa bi-l-yawmi l-aakhiridan orang-orang yang menafkahkan harta mereka karena ingin dilihat manusia, dan tidak beriman kepada Allah maupun Hari Akhir
  2. وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًاwa-man yakuni sh-shaytaanu lahu qariinan fa-saa'a qariinandan siapa yang setan menjadi temannya, maka seburuk-buruk teman
Aplikasi

Infak 'karena ingin dilihat manusia' disandingkan dengan ketidakpercayaan pada Allah dan Hari Akhir, riya dalam kedermawanan bukan sekadar cacat kecil, melainkan indikator ketiadaan iman yang mendasarinya. Konkretnya: memeriksa motif di balik kedermawanan publik, jika semata untuk pengakuan sosial tanpa kesadaran spiritual yang mendasarinya, nilai perbuatan itu berkurang drastis menurut kerangka ayat ini.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-f-q, m-w-l, r-a-y, n-w-s, a-m-n, a-l-h, y-w-m, a-kh-r, k-w-n, sh-t-n, q-r-n, s-w-a): ri'aa'a n-naas diterjemahkan 'ingin dilihat manusia'; yunfiquun diterjemahkan 'menafkahkan' (akar n-f-q putaran 86); qariin diterjemahkan 'teman'. gloss dibuang.