إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni jika Dia dipersekutukan, tetapi Dia mengampuni yang selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُinna llaaha laa yaghfiru an yushraka bihi wa-yaghfiru maa duuna dzaalika li-man yashaa'usesungguhnya Allah tidak akan mengampuni jika Dia dipersekutukan, tetapi Dia mengampuni yang selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki
- وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًاwa-man yushrik billaahi fa-qadi ftaraa itsman azhiimansiapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang agung
Aplikasi
Pengecualian tunggal dari pengampunan universal, syirik, menunjukkan bahwa dari sekian banyak pelanggaran, ada satu kategori fundamental (menyekutukan sumber otoritas tertinggi) yang berbeda level keseriusannya dari yang lain. Konkretnya: membedakan antara pelanggaran yang bisa diperbaiki lewat proses pemulihan biasa, dan pelanggaran fundamental yang mengkhianati komitmen paling dasar (integritas inti, bukan kesalahan teknis), keduanya menuntut respons berbeda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan). g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Corpus ayat ini: «yagofiru, tanpa-al»; «yagofiru, tanpa-al». ghafara diterjemahkan 'mengampuni' (keluarga 'ampun'; ≠ -f-w 'maaf').