انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَكَفَىٰ بِهِ إِثْمًا مُبِينًا
Perhatikanlah bagaimana mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah; dan cukuplah itu sebagai dosa yang nyata.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- انْظُرْ كَيْفَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَunzhur kayfa yaftaruuna alaa llaahi l-kadzibaperhatikanlah bagaimana mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah
- وَكَفَىٰ بِهِ إِثْمًا مُبِينًاwa-kafaa bihi itsman mubiinandan cukuplah itu sebagai dosa yang nyata
Aplikasi
Perintah sederhana 'perhatikanlah bagaimana mereka mengada-adakan kebohongan' mengundang pengamatan kritis terhadap pola manipulasi naratif, bukan sekadar menerima klaim, tapi memeriksa cara klaim itu dikonstruksi. Konkretnya: melatih kebiasaan memeriksa BAGAIMANA sebuah klaim dibangun (bukan hanya APA yang diklaim) membantu mengenali kebohongan yang dikonstruksi secara sistematis, bukan sekadar kesalahan spontan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-zh-r, k-y-f, f-r-y, a-l-h, k-dz-b, k-f-y, a-ts-m, b-y-n): yaftaruuna alaa llaah al-kadhib diterjemahkan 'mengada-adakan kebohongan terhadap Allah' (iftiraa' putaran 63); ithm mubiin diterjemahkan 'dosa yang nyata'. Selaras.