ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًا

Itulah karunia dari Allah. Dan cukuplah Allah yang berilmu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. ذَٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِdzaalika l-fadlu mina llaahiitulah karunia dari Allah
  2. وَكَفَىٰ بِاللَّهِ عَلِيمًاwa-kafaa billaahi aliimandan cukuplah Allah yang berilmu
Aplikasi

Penutup sederhana 'cukuplah Allah yang berilmu' setelah menyebut karunia menegaskan bahwa validasi/pengakuan tertinggi tidak perlu dicari dari manusia, pengetahuan Allah sudah mencukupi. Konkretnya: melepaskan kebutuhan berlebihan akan pengakuan/validasi manusia atas kebaikan yang dilakukan, kesadaran bahwa 'yang tahu sudah cukup' mengurangi dorongan pamer atau mencari pujian.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').