سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا ۚ فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
Kalian akan mendapati golongan lain yang ingin aman dari kalian dan aman dari kaum mereka; setiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah, mereka terjerumus ke dalamnya. Maka jika mereka tidak menjauhi kalian, tidak menawarkan perdamaian kepada kalian, dan tidak menahan tangan mereka, tawanlah dan bunuhlah mereka di mana pun kalian menjumpai mereka; dan mereka itulah yang Kami jadikan bagi kalian atas mereka keterangan yang nyata.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْsa-tajiduuna aakhariina yuriiduuna an ya'manuukum wa-ya'manuu qawmahumkalian akan mendapati golongan lain yang ingin aman dari kalian dan aman dari kaum mereka
- كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَاkulla maa rudduu ilaa l-fitnati urkisuu fiihaasetiap kali mereka diajak kembali kepada fitnah, mereka terjerumus ke dalamnya
- فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْfa-in lam ya'taziluukum wa-yulquu ilaykumu s-salama wa-yakuffuu aydiyahum fa-khudzuuhum wa-qtuluuhum haytsu tsaqiftumuuhummaka jika mereka tidak menjauhi kalian, tidak menawarkan perdamaian kepada kalian, dan tidak menahan tangan mereka, tawanlah dan bunuhlah mereka di mana pun kalian menjumpai mereka
- وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًاwa-ulaa'ikum ja'alnaa lakum alayhim sultaanan mubiinandan mereka itulah yang Kami jadikan bagi kalian atas mereka keterangan yang nyata
Aplikasi
Pola berulang: golongan yang 'setiap kali diajak kembali kepada fitnah, mereka terjerumus ke dalamnya' menggambarkan oportunisme kronis (netral saat aman, berbahaya saat kesempatan datang), bukan sekali khilaf, melainkan pola berulang yang teridentifikasi. Konkretnya: membedakan antara kesalahan sesekali dan pola pengkhianatan yang berulang (setiap kali ada kesempatan) adalah penting saat menilai siapa yang bisa dipercaya, pola yang konsisten lebih valid daripada janji sesaat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-j-d, a-kh-r, r-w-d, a-m-n, q-w-m, k-l-l, r-d-d, f-t-n, r-k-s, '-z-l, l-q-y, s-l-m, k-f-f, y-d-y, a-kh-dz, q-t-l, h-y-ts, ts-q-f, j-'-l, s-l-t, b-y-n): sultaan mubiin diterjemahkan 'keterangan yang nyata', akar s-l-t (putaran 82: sultaan=hujah/dasar-klaim, bukan 'kekuasaan'; terjemahan lain 'alasan yang nyata' sejalan); yulquu s-salam diterjemahkan 'menawarkan perdamaian'. gloss '(syirik)/(tetap mengganggumu)' dibuang.