لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia orang yang menyuruh bersedekah, berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah, kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِlaa khayra fii katsiirin min najwaahum illaa man amara bi-sadaqatin aw ma'ruufin aw islaahin bayna n-naasitidak ada kebaikan pada banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia orang yang menyuruh bersedekah, berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia
- وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًاwa-man yaf'al dzaalika btighaa'a mardaati llaahi fa-sawfa nu'tiihi ajran azhiimandan siapa yang berbuat demikian karena mencari rida Allah, kelak Kami anugerahkan kepadanya pahala yang agung
Aplikasi
Pengecualian dari kritik terhadap 'pembicaraan rahasia': yang berisi 'perintah sedekah, kebaikan, atau perdamaian', bisikan/rahasia yang bertujuan baik (bukan gosip atau makar) dikecualikan dari kecaman umum terhadap pembicaraan tersembunyi. Konkretnya: tidak semua percakapan privat/rahasia itu buruk, yang bertujuan menyelesaikan konflik, mendorong kebaikan, atau membantu secara diam-diam (menghindari riya) justru dihargai, sementara yang bermuatan intrik/gosip yang dikritik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.