يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, kepada Kitab yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya, dan Kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Dan siapa yang kufur kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan Hari Akhir, sungguh ia telah tersesat jauh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُyaa ayyuhaa lladziina aamanuu aaminuu billaahi wa-rasuulihi wa-l-kitaabi lladzii nazzala alaa rasuulihi wa-l-kitaabi lladzii anzala min qabluwahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, kepada Kitab yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya, dan Kitab yang Dia turunkan sebelumnya
  2. وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًاwa-man yakfur billaahi wa-malaa'ikatihi wa-kutubihi wa-rusulihi wa-l-yawmi l-aakhiri fa-qad dalla dalaalan ba'iidandan siapa yang kufur kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan Hari Akhir, sungguh ia telah tersesat jauh
Aplikasi

Seruan beriman kepada Allah, Rasul, dan seluruh rangkaian wahyu (termasuk yang diturunkan sebelumnya) menegaskan bahwa iman yang utuh mencakup pengakuan pada kontinuitas wahyu, bukan hanya bagian yang paling baru/dekat. Konkretnya: menghormati rangkaian penuh sumber kebenaran (bukan hanya versi/edisi terbaru yang paling dikenal) mencerminkan pemahaman yang lebih utuh tentang bagaimana kebenaran diwariskan lintas waktu.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh. 'Wahai engkau yang mengindahkan peringatan' (sebagian penerjemah-style) sbg SAPAAN-PEMBUKA, tapi bagian kalimat berikutnya sendiri pakai 'berimanlah' (bukan 'indahkanlah peringatan pada'), pola sama spt 2:14: sapaan sebagian penerjemah-style, isi-perintah pakai 'iman' konvensional. Pola berulang ini MENUNJUKKAN kemungkinan 'mengindahkan peringatan' dipakai KHUSUS utk frasa-sapaan *yaa ayyuhaa lladhiina aamanuu* di draf awal, bukan utk semua kemunculan *aamana*, pola yg tak berlanjut ke 6.170 ayat lain. Dicatat jujur sbg observasi, bukan kepastian. ayat ini bagian dari 66 ayat 'penyaringan-lawas' (ditulis sblm konvensi korpus-luas mapan, lih. 22 Jul), memakai 'Tuhan' utk *Allaah* (gaya dekat sebagian penerjemah 'heed warning'), BERBEDA dari konvensi 6.170 ayat lainnya di korpus ini yg memakai 'Allah' (nama, bukan diterjemah) 'beriman'. Ini BUKAN kesalahan makna (kedua terjemahan valid scr leksikal), tapi inkonsistensi GAYA internal yg jujur dicatat di sini, bukan didiamkan. Status penyaringan = dilindungi dari perubahan sepihak; harmonisasi (bila diinginkan) menunggu otorisasi eksplisit Pak FD, sejalan contoh serupa 33:52/50:40 pekerjaan ini 22 Jul.