وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah dan Nabi dan apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak menjadikan mereka sebagai wali; tetapi banyak dari mereka fasik.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَwa-law kaanuu yu'minuuna billaahi wa-n-nabiyyi wa-maa unzila ilayhi maa ttakhadzuuhum awliyaa'a wa-laakinna katsiiran minhum faasiquunadan sekiranya mereka beriman kepada Allah dan Nabi dan apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak menjadikan mereka sebagai wali; tetapi banyak dari mereka fasik
Aplikasi
Kegagalan menjadikan yang tepat sebagai wali dikaitkan langsung dengan kegagalan iman yang lebih mendasar, pilihan aliansi yang keliru adalah gejala, bukan akar masalah sesungguhnya. Konkretnya: ketika seseorang terus salah memilih kepada siapa ia bergantung atau berpihak, periksa dulu fondasi keyakinannya, pilihan aliansi yang buruk berulang kali sering menandakan ada yang keropos lebih dalam pada apa yang benar-benar diyakini, bukan sekadar kesalahan penilaian sesaat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, a-m-n, a-l-h, n-b-a, n-z-l, a-kh-dz, w-l-y, k-ts-r, f-s-q): awliyaa' diterjemahkan 'wali' (akar w-l-y WLY; terjemahan lain 'sekutu'); faasiquun diterjemahkan 'fasik'. gloss '(Muhammad)/(orang musyrik itu)' dibuang.