بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ۖ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya. Sungguhpun demikian, orang-orang yang kufur mempersamakan Tuhan mereka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَal-hamdu lillaahi lladzii khalaqa s-samaawaati wa-l-arda wa-ja'ala zh-zhulumaati wa-n-nuurasegala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan kegelapan-kegelapan dan cahaya
  2. ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَtsumma lladziina kafaruu bi-rabbihim ya'diluunasungguhpun demikian, orang-orang yang kufur mempersamakan Tuhan mereka
Aplikasi

Pembuka Al-An'am dengan pujian atas penciptaan 'langit dan bumi. kegelapan dan cahaya' diikuti kritik tajam: yang kufur justru 'mempersamakan Tuhan mereka' dengan hal lain, kontras antara kejelasan penciptaan dan kebutaan dalam mengenali Penciptanya. Konkretnya: bukti-bukti besar di sekitar (alam, keteraturan, fenomena) seharusnya mengarahkan pada pengakuan sumber yang lebih besar, mengabaikan bukti yang jelas demi mempertahankan kesetaraan palsu adalah kebutaan yang disengaja, bukan ketidaktahuan wajar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga hamd pemakaian diteruskan ('segala puji/memuji' terjemahan lain konsisten; al-hamdu = al- istighraaq dipertahankan); pasangan belum-dibedah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid). of dhammahuu'; hamd ≠ madh (hanya utk yang bergantung kehendak); hamd ≠ shukr ('shukr is only on account of favour received; hamd… sometimes from other causes'; yang tertimpa musibah ber-alhamdulillaah, 'no worldly blessing'); hamiid = 'laudatus' dua-arah: praised AND praiseworthy.