قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ قُلْ لِلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Katakanlah, “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan rahmat atas diri-Nya. Sungguh, Dia pasti akan mengumpulkan kalian pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. قُلْ لِمَنْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِqul li-man maa fii s-samaawaati wa-l-ardikatakanlah, milik siapakah apa yang di langit dan di bumi
  2. قُلْ لِلَّهِqul lillaahikatakanlah, milik Allah
  3. كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَkataba alaa nafsihi r-rahmataDia telah menetapkan rahmat atas diri-Nya
  4. لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِla-yajma'annakum ilaa yawmi l-qiyaamati laa rayba fiihisungguh Dia pasti akan mengumpulkan kalian pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan padanya
  5. الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَalladziina khasiruu anfusahum fa-hum laa yu'minuunaorang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman
Aplikasi

Rahmat yang 'ditetapkan atas diri-Nya sendiri' (bukan sekadar sifat insidental) berdampingan dengan kepastian pertanggungjawaban tanpa keraguan, dua hal yang tampak berlawanan (kasih dan akuntabilitas) disatukan bukan dipertentangkan. Konkretnya: kerugian sejati didefinisikan di sini sebagai 'merugikan diri sendiri' (bukan kehilangan harta/status), ukuran keberhasilan hidup yang lebih tepat adalah apakah seseorang merugikan dirinya sendiri secara mendasar, bukan pencapaian yang tampak dari luar.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Milik” diterjemahkan “"Milik”; “bumi?”” diterjemahkan “bumi?"”; ““Milik Allah.”” diterjemahkan “"Milik Allah."”; “(sifat) kasih sayang pada diri-Nya.239)” diterjemahkan “rahmat atas diri-Nya.”; “kamu” diterjemahkan “kalian”.