وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

Dan atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua yang berkuku. Dan dari sapi dan domba, Kami mengharamkan atas mereka lemak keduanya, kecuali yang melekat di punggung keduanya, atau yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami membalas mereka karena kedurhakaan mereka, dan sesungguhnya Kami sungguh-sungguh benar.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍwa-alaa lladziina haaduu harramnaa kulla dzii zhufurindan atas orang-orang Yahudi Kami mengharamkan semua yang berkuku
  2. وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَا أَوِ الْحَوَايَا أَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍwa-mina l-baqari wa-l-ghanami harramnaa alayhim shuhuumahumaa illaa maa hamalat zhuhuuruhumaa awi l-hawaayaa aw maa khtalata bi'azhmindan dari sapi dan domba Kami mengharamkan atas mereka lemak keduanya, kecuali yang melekat di punggung keduanya, atau yang ada dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang
  3. ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْdzaalika jazaynaahum bibaghyihimdemikianlah Kami membalas mereka karena kedurhakaan mereka
  4. وَإِنَّا لَصَادِقُونَwa-innaa lasaadiquunadan sesungguhnya Kami sungguh-sungguh benar
Aplikasi

Larangan spesifik bagi orang Yahudi dijelaskan punya sebab historis-relasional tertentu ('Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya'), bukan aturan universal yang berlaku sama untuk semua kelompok di semua waktu. Konkretnya: memahami bahwa sebuah aturan/konsekuensi bisa punya konteks historis spesifik yang melekat padanya membantu menghindari generalisasi keliru, aturan yang berlaku untuk satu konteks tertentu tidak otomatis bisa diterapkan mentah-mentah ke konteks yang berbeda tanpa memahami dasarnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.