هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

Yang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidak bermanfaat lagi bagi suatu jiwa imannya, jika ia belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam imannya. Katakanlah, “Tunggulah! Sesungguhnya kami pun menunggu.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَhal yanzhuruuna illaa an ta'tiyahumu l-malaa'ikatu aw ya'tiya rabbuka aw ya'tiya ba'du aayaati rabbikayang mereka nanti-nantikan hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu
  2. يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًاyawma ya'tii ba'du aayaati rabbika laa yanfa'u nafsan iimaanuhaa lam takun aamanat min qablu aw kasabat fii iimaanihaa khayranpada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidak bermanfaat lagi bagi suatu jiwa imannya, jika ia belum beriman sebelum itu atau belum mengusahakan kebaikan dalam imannya
  3. قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَquli ntazhiruu innaa muntazhiruunakatakanlah, tunggulah, sesungguhnya kami pun menunggu
Aplikasi

'Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu', ada jendela waktu bermakna untuk merespons kebenaran, dan jendela itu menutup begitu bukti sudah menjadi terlalu jelas untuk disangkal. Konkretnya: menunda keputusan penting sampai bukti menjadi mutlak dan tak terbantahkan sering berarti melewatkan momen ketika keputusan itu sebenarnya masih bermakna sebagai pilihan, nilai sebuah keputusan sering terletak pada diambil saat masih ada ruang keraguan wajar, bukan setelah dipaksa oleh kepastian mutlak.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: ““Tunggulah!” diterjemahkan “"Tunggulah!”; “menunggu.”” diterjemahkan “menunggu."”. aayah: konsisten dgn 353 ayat 'tanda' di DB; kegoyahan terjemahan lain (mis. 6:37 'bukti (mukjizat)') = QS 4:82 menangkap terjemahan, bukan Qur'an. ' Corpus ayat ini: «'aAyati, tanpa-al»; «'aAyati, tanpa-al». aayah diterjemahkan 'tanda' TANPA pengecualian: satu lema utk 353 ayat (corpus); tambahan '(kebesaran)/(kekuasaan)' bukan bagian teks.