فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ

Kemudian pasti akan Kami kisahkan kepada mereka berdasarkan ilmu, dan Kami tidak pernah gaib.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِمْ بِعِلْمٍfa-la-naqussanna alayhim bi'ilminkemudian pasti akan Kami kisahkan kepada mereka berdasarkan ilmu
  2. وَمَا كُنَّا غَائِبِينَwa-maa kunnaa ghaa'ibiinadan Kami tidak pernah gaib
Aplikasi

'Pasti akan Kami kabarkan berdasarkan ilmu; sedikit pun Kami tidak pernah gaib (jauh) dari mereka', proses evaluasi/penilaian akhir didasarkan pada kehadiran dan pengetahuan langsung yang menyeluruh, bukan penilaian dari jarak jauh atau berdasarkan laporan tidak lengkap. Konkretnya: keputusan penting yang memengaruhi orang lain idealnya didasarkan pada pemahaman langsung dan menyeluruh terhadap situasi mereka (bukan asumsi dari jarak jauh), kualitas penilaian bergantung pada seberapa dekat dan lengkap pemahaman terhadap konteks yang dinilai.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).