وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni api, mereka berkata, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَارُهُمْ تِلْقَاءَ أَصْحَابِ النَّارِ قَالُوا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَwa-idzaa surifat absaaruhum tilqaa'a ashaabi n-naari qaaluu rabbanaa laa taj'alnaa ma'a l-qawmi zh-zhaalimiinadan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni api, mereka berkata, ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim
Aplikasi

Bahkan dari posisi yang relatif aman (dekat surga), doa yang dipanjatkan saat melihat penghuni neraka tetap rendah hati: 'janganlah Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim itu', kewaspadaan tidak kendur meski sudah berada di posisi yang lebih baik. Konkretnya: berada dalam posisi yang relatif lebih baik/aman dibanding orang lain bukan alasan untuk berhenti waspada terhadap kemungkinan jatuh ke pola yang sama, kerendahan hati dan doa perlindungan tetap relevan bahkan saat sedang di posisi yang tampak sudah aman.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.