أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ
Apakah mereka ini orang-orang yang kalian bersumpah bahwa Allah tidak akan memberi mereka rahmat?” “Masuklah kalian ke taman! Tidak ada rasa takut atas kalian, dan kalian tidak akan bersedih.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ اللَّهُ بِرَحْمَةٍa-haa'ulaa'i lladziina aqsamtum laa yanaaluhumu llaahu bi-rahmatinapakah mereka ini orang-orang yang kalian bersumpah bahwa Allah tidak akan memberi mereka rahmat
- ادْخُلُوا الْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَudkhuluu l-jannata laa khawfun alaykum wa-laa antum tahzanuunamasuklah kalian ke taman, tidak ada rasa takut atas kalian, dan kalian tidak akan bersedih
Aplikasi
Pembalikan tajam: orang-orang yang dulu dituding 'tidak akan diberi rahmat oleh Allah' (oleh pihak yang merasa lebih superior) justru dipersilakan masuk surga, penilaian manusia yang percaya diri tentang siapa layak/tidak layak mendapat rahmat terbukti keliru. Konkretnya: penilaian percaya diri tentang siapa yang 'layak' atau 'tidak layak' mendapat kebaikan/rahmat (berdasarkan status sosial, penampilan, atau prasangka) berisiko keliru secara fundamental, kerendahan hati dalam menilai orang lain penting karena penilaian semacam itu sering kali terbukti salah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”.