الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ
Orang-orang yang mendustakan Syuaib seakan-akan belum pernah tinggal di sana. Orang-orang yang mendustakan Syuaib, merekalah orang-orang yang rugi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَاalladziina kadzdzabuu shu'ayban ka-an lam yaghnaw fiihaaorang-orang yang mendustakan Syuaib seakan-akan belum pernah tinggal di sana
- الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَalladziina kadzdzabuu shu'ayban kaanuu humu l-khaasiriinaorang-orang yang mendustakan Syuaib, merekalah orang-orang yang rugi
Aplikasi
'Seakan-akan belum pernah tinggal di negeri itu', jejak keberadaan mereka lenyap sepenuhnya, menandakan bahwa kemakmuran yang dibangun di atas fondasi yang salah tidak meninggalkan warisan yang bertahan. Konkretnya: pencapaian atau kemakmuran yang dibangun tanpa integritas dasar cenderung tidak meninggalkan jejak yang bertahan lama, investasi dalam fondasi yang benar (bukan hanya hasil yang tampak sukses sesaat) menentukan apakah sesuatu yang dibangun akan benar-benar bertahan atau lenyap tanpa bekas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Ayat verba/nomina gny non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (laa yughnii 'tidak berguna/bermanfaat' dkk., konsisten; sub-putusan verba terdokumentasi di PENDING); pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi gny: ghaniyy diterjemahkan 'berkecukupan' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berkecukupan'); ghaniyy an diterjemahkan 'tidak memerlukan' (cabang preposisional); verba/istaghnaa/mughnuun pemakaian diteruskan (terjemahan lain konsisten; sub-putusan di PENDING). Antonim internal: faqiir (35:15, 47:38, 3:181), fqr belum dibedah, 'fakir/miskin' interim. 'cukup' polos = wilayah k-f-y ('Cukuplah Allah' 27 ayat), beda bentuk dgn 'berkecukupan', didokumentasi. al-Ghaniyy (glos ilahi) = 'The Self-sufficient; He who has NO NEED of any one in any thing'; al-Mughnii = 'He who satisfies whom He will'. aghnaa an = idiom 'mencukupi/menghindarkan dari' (laa yughnii = 'tidak berguna/menolong').