Ayat 7:100
أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ
Ataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi bumi setelah penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpa mereka karena dosa-dosa mereka? Dan Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ أَهْلِهَا أَنْ لَوْ نَشَاءُ أَصَبْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْa-wa-lam yahdi li-lladziina yaritsuuna l-arda min ba'di ahlihaa an law nashaa'u asabnaahum bi-dzunuubihimataukah belum juga jelas bagi orang-orang yang mewarisi bumi setelah penduduknya, bahwa seandainya Kami menghendaki, Kami benar-benar akan menimpa mereka karena dosa-dosa mereka
- وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَwa-natba'u alaa quluubihim fa-hum laa yasma'uunadan Kami akan mengunci hati mereka, sehingga mereka tidak mendengar
Aplikasi
Kritik terhadap para pewaris tanah yang gagal menarik pelajaran dari kehancuran pendahulunya, hidup di atas 'reruntuhan pelajaran' tanpa benar-benar menyerapnya. Konkretnya: mewarisi posisi, tempat, atau sumber daya dari generasi/pihak sebelumnya yang gagal seharusnya disertai usaha aktif memahami mengapa pendahulunya gagal, bukan sekadar menempati posisi yang sama tanpa refleksi, kegagalan menarik pelajaran dari kesalahan yang jejaknya masih terlihat jelas adalah kelalaian yang bisa dihindari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. of dariir'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.
Ayat 7:101
تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَ
Itulah negeri-negeri yang Kami kisahkan kepadamu sebagian beritanya. Dan sungguh rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya. Demikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang kufur.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- تِلْكَ الْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَائِهَاtilka l-quraa naqussu alayka min anbaa'ihaaitulah negeri-negeri yang Kami kisahkan kepadamu sebagian beritanya
- وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا مِنْ قَبْلُwa-la-qad jaa'atsum rusuluhum bi-l-bayyinaati fa-maa kaanuu li-yu'minuu bimaa kadzdzabuu min qabludan sungguh rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman pada apa yang telah mereka dustakan sebelumnya
- كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْكَافِرِينَka-dzaalika yatba'u llaahu alaa quluubi l-kaafiriinademikianlah Allah mengunci hati orang-orang yang kufur
Aplikasi
Pola penolakan yang sudah mengakar ('apa yang telah mereka dustakan sebelumnya') membuat bukti tambahan sekalipun tidak lagi menembus, penolakan awal menciptakan lintasan yang sulit diubah oleh bukti berikutnya. Konkretnya: penolakan pertama terhadap sebuah kebenaran cenderung membentuk pola yang membuat penerimaan berikutnya semakin sulit, bahkan dengan bukti tambahan yang lebih kuat, kesadaran akan efek 'pintu pertama yang ditutup' ini penting baik saat mengevaluasi keteguhan pendirian sendiri maupun saat memahami mengapa orang lain sulit berubah pikiran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-r-y, q-s-s, n-b-a, j-y-a, r-s-l, b-y-n, k-w-n, a-m-n, k-dz-b, q-b-l, t-b-', a-l-h, q-l-b, k-f-r): naqussu diterjemahkan 'mengisahkan' (akar q-s-s); bayyinaat diterjemahkan 'keterangan-keterangan yang nyata' (akar b-y-n, bukan 'mukjizat'); yatba'u diterjemahkan 'mengunci' (akar t-b-'); quluub diterjemahkan 'hati' (akar q-l-b). gloss '(yang telah Kami binasakan)/(Nabi Muhammad)' dibuang.