قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ
Para pemuka kaum Firaun berkata, “Sesungguhnya orang ini benar-benar penyihir yang berilmu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌqaala l-mala'u min qawmi fir'awna inna haadzaa la-saahirun aliimunpara pemuka kaum Firaun berkata, sesungguhnya orang ini benar-benar penyihir yang berilmu
Aplikasi
Respons elite terhadap bukti luar biasa bukan keterbukaan, melainkan pelabelan cepat: 'orang ini benar-benar penyihir yang berilmu', fenomena baru yang mengancam kenyamanan langsung dikategorikan ke label familiar yang bisa diabaikan/dilawan, bukan benar-benar dievaluasi. Konkretnya: waspadai kecenderungan diri sendiri melabeli sesuatu yang baru dan mengancam kenyamanan dengan kategori familiar yang memudahkan pengabaian ('itu cuma trik', 'itu cuma kebetulan') tanpa benar-benar mengevaluasinya, pelabelan cepat sering menjadi cara menghindar dari perubahan pandangan yang sebenarnya dituntut oleh bukti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').