قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ
Mereka berkata, “Wahai Musa, engkaukah yang akan melemparkan, atau kamikah yang melemparkan?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَqaaluu yaa muusaa immaa an tulqiya wa-immaa an nakuuna nahnu l-mulqiinamereka berkata, wahai Musa, engkaukah yang akan melemparkan, atau kamikah yang melemparkan
Aplikasi
Tawaran para penyihir kepada Musa, 'engkaukah yang melemparkan, atau kamikah?', tampak sebagai kesopanan, tapi sebenarnya menyingkap rasa percaya diri berlebih bahwa keunggulan mereka sudah pasti. Konkretnya: kepercayaan diri berlebihan yang menawarkan 'silakan duluan' kepada lawan karena yakin pasti menang bisa berbalik menjadi bumerang, kesombongan terselubung dalam kesopanan tetap kesombongan, dan hasil akhir sering tidak sesuai perkiraan yang terlalu percaya diri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, l-q-y, k-w-n): tulqiya/mulqiin diterjemahkan 'melemparkan' (akar l-q-y). gloss '(para penyihir)/(lebih dahulu)' dibuang.