وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan milik Allah nama-nama yang terbaik, maka serulah Dia dengan nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang tentang nama-nama-Nya; mereka akan dibalas atas apa yang mereka kerjakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَاwa-lillaahi l-asmaa'u l-husnaa fa-d'uuhu bihaadan milik Allah nama-nama yang terbaik, maka serulah Dia dengan nama-nama itu
  2. وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِwa-dzaruu lladziina yulhiduuna fii asmaa'ihidan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang tentang nama-nama-Nya
  3. سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَsa-yujzawna maa kaanuu ya'maluunamereka akan dibalas atas apa yang mereka kerjakan
Aplikasi

'Milik Allah nama-nama yang terbaik. tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang tentang nama-nama-Nya', cara menamai/mendeskripsikan hal-hal fundamental dianggap penting, dan respons terhadap penyimpangan bukan perdebatan tanpa akhir, melainkan menjauh. Konkretnya: ketepatan bahasa dalam mendeskripsikan hal-hal penting (bukan sekadar detail teknis) memengaruhi kejernihan pemahaman, dan saat berhadapan dengan distorsi bahasa yang disengaja demi menyesatkan, menarik diri dari perdebatan yang tidak produktif kadang lebih bijak daripada terus terlibat.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, s-m-w, h-s-n, d-'-w, w-dz-r, l-h-d, j-z-y, k-w-n, '-m-l): al-asmaa' al-husnaa diterjemahkan 'nama-nama yang terbaik' (DITERJEMAH, bukan ditransliterasi 'Asmaulhusna' spt terjemahan lain); d'uuhu diterjemahkan 'serulah Dia' (akar d-'-w, di sini seruan kepada Allah); yulhiduun diterjemahkan 'menyimpang' (akar l-h-d). footnote-marker dibuang.