إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَىٰ وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِ ۙ وَلَٰكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ketika kalian berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh, sedangkan kafilah berada lebih rendah daripada kalian. Dan seandainya kalian saling berjanji, niscaya kalian akan berselisih tentang waktu yang telah ditentukan, tetapi agar Allah melaksanakan suatu urusan yang harus terjadi, agar orang yang binasa, binasa dengan bukti yang nyata, dan orang yang hidup, hidup dengan bukti yang nyata. Dan sesungguhnya Allah mendengar lagi berilmu.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَىٰ وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْidz antum bi-l-udwati d-dunyaa wa-hum bi-l-udwati l-quswaa wa-r-rakbu asfala minkumketika kalian berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka berada di pinggir lembah yang jauh, sedangkan kafilah berada lebih rendah daripada kalian
- وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِwa-law tawaa'adtum la-khtalaftum fii l-mii'aadidan seandainya kalian saling berjanji, niscaya kalian akan berselisih tentang waktu yang telah ditentukan
- وَلَٰكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍwa-laakin li-yaqdiya llaahu amran kaana maf'uulan li-yahlika man halaka an bayyinatin wa-yahyaa man hayya an bayyinatintetapi agar Allah melaksanakan suatu urusan yang harus terjadi, agar orang yang binasa, binasa dengan bukti yang nyata, dan orang yang hidup, hidup dengan bukti yang nyata
- وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌwa-inna llaaha la-samii'un aliimundan sesungguhnya Allah mendengar lagi berilmu
Aplikasi
Frasa penting: hasil (baik kehancuran maupun keselamatan) terjadi 'dengan bukti yang nyata', hasil akhir tidak dibiarkan ambigu, melainkan disertai kejelasan yang bisa diverifikasi tentang mengapa itu terjadi. Konkretnya: hasil penting dalam hidup (baik keberhasilan maupun kegagalan) idealnya disertai kejelasan tentang sebab-akibatnya, bukan dibiarkan sebagai misteri yang tidak bisa dipelajari, mengusahakan kejelasan tentang mengapa sesuatu terjadi (bukan menerima hasil begitu saja tanpa pemahaman) membantu proses belajar dari pengalaman.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').