ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemudian Allah menyambut tobat, setelah itu, orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُtsumma yatuubu llaahu min ba'di dzaalika alaa man yashaa'ukemudian Allah menyambut tobat, setelah itu, orang yang Dia kehendaki
  2. وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌwa-llaahu ghafuurun rahiimundan Allah pengampun lagi pengasih
Aplikasi

terjemahan ini menegaskan ‘menyambut tobat’ (bukan ‘menerima tobat’ pasif), Allah digambarkan bergerak aktif kepada hamba yang bertobat, bukan menunggu pasif untuk ‘menerima’. Konkretnya: dalam memaafkan orang lain yang berbuat salah, sikap yang lebih bermakna bukan sekadar bersedia menerima permintaan maaf jika diajukan, melainkan aktif membuka jalan ketika ada tanda-tanda penyesalan, inisiatif rekonsiliasi bisa datang dari pihak yang lebih kuat.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Corpus: akar akar t-w-b di ayat ini. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'one who repents much'.