وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ

Dan sekiranya mereka ridza dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya berikan kepada mereka, dan berkata, “Cukuplah Allah bagi kami. Allah akan memberi kami dari karunia-Nya, dan Rasul-Nya. Sesungguhnya kami berharap kepada Allah.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَwa-law annahum raduu maa aataahumu llaahu wa-rasuuluhu wa-qaaluu hasbunaa llaahu sa-yu'tiinaa llaahu min fadlihi wa-rasuuluhu innaa ilaa llaahi raaghibuunadan sekiranya mereka ridza dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya berikan kepada mereka, dan berkata, cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberi kami dari karunia-Nya, dan Rasul-Nya, sesungguhnya kami berharap kepada Allah
Aplikasi

Alternatif yang lebih sehat ditawarkan: kepuasan menerima apa yang sudah diberikan disertai kepercayaan pada penyediaan berkelanjutan, 'Cukuplah Allah bagi kami; Allah akan memberi kami dari karunia-Nya'. Konkretnya: menerima dengan lapang dada apa yang sudah dialokasikan (bukan selalu membandingkan dan mengeluh) disertai kepercayaan bahwa kebutuhan akan terus terpenuhi adalah disposisi batin yang lebih tenang dan sehat daripada terus-menerus merasa kurang dibanding orang lain.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-d-w, a-t-y, a-l-h, r-s-l, q-w-l, h-s-b, f-d-l, r-gh-b): raduu diterjemahkan 'ridha' (akar r-d-w); hasbunaa diterjemahkan 'cukuplah bagi kami' (akar h-s-b); fadl diterjemahkan 'karunia' (akar f-d-l); raaghibuun diterjemahkan 'berharap' (akar r-gh-b). gloss '(demikian pula)' dipertahankan sbg penjelas tata bahasa; footnote-marker dibuang.