الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Orang-orang yang mencela orang-orang beriman yang bersedekah dengan sukarela, dan orang-orang yang tidak menemukan selain kesanggupan mereka, lalu mereka mengejek mereka. Allah mengejek mereka. Dan bagi mereka azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْalladziina yalmizuuna l-muttawwi'iina mina l-mu'miniina fii s-sadaqaati wa-lladziina laa yajiduuna illaa juhdahum fa-yaskharuuna minhumorang-orang yang mencela orang-orang beriman yang bersedekah dengan sukarela, dan orang-orang yang tidak menemukan selain kesanggupan mereka, lalu mereka mengejek mereka
- سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌsakhira llaahu minhum wa-lahum adzaabun aliimunAllah mengejek mereka, dan bagi mereka azab yang pedih
Aplikasi
Ejekan yang menyerang baik yang bersedekah banyak MAUPUN yang hanya mampu memberi sedikit sesuai kesanggupan menunjukkan bahwa masalahnya bukan jumlah pemberian, melainkan niat jahat pengejek itu sendiri, tidak ada jumlah yang akan memuaskan mereka. Konkretnya: kritik yang menyerang siapa pun tak peduli seberapa besar/kecil kontribusi mereka (selalu menemukan alasan mencela) menyingkap bahwa masalahnya bukan pada substansi yang dikritik, melainkan niat buruk si pengkritik, jangan biarkan kritik semacam ini menghentikan kontribusi tulus, sekecil apa pun itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-m-z, t-w-', a-m-n, s-d-q, w-j-d, j-h-d, s-kh-r, a-l-h, '-dz-b, a-l-m): yalmizuun diterjemahkan 'mencela' (akar l-m-z); al-muttawwi'iin diterjemahkan 'yang bersedekah dengan sukarela' (akar t-w-' putaran 58: tatawwu'=kepatuhan sukarela melampaui wajib); juhd diterjemahkan 'kesanggupan/upaya' (akar j-h-d); sakhira llaah diterjemahkan 'Allah mengejek mereka' (akar s-kh-r, balasan setimpal). gloss '(munafik)/(mencela)/(untuk disedekahkan)' dibuang.