وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

Dan ia berlayar membawa mereka dalam gelombang seperti gunung-gunung, dan Nuh memanggil anaknya, sedang ia berada di tempat yang terpencil, “Wahai anakku, naiklah bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kufur.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَwa-hiya tajrii bihim fii mawjin ka-l-jibaali wa-naadaa nuuhun-ibnahu wa-kaana fii ma'zilin yaa bunayya rkab ma'anaa wa-laa takun ma'a l-kaafiriinadan ia berlayar membawa mereka dalam gelombang seperti gunung-gunung, dan Nuh memanggil anaknya, sedang ia berada di tempat yang terpencil, wahai anakku, naiklah bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kufur
Aplikasi

Momen yang menyayat hati: seorang anak memilih berlindung sendiri di tempat terpencil alih-alih bergabung dengan yang selamat, meski dipanggil langsung oleh ayahnya sendiri. Konkretnya: kedekatan hubungan (bahkan hubungan orang tua-anak yang paling dekat) tidak menjamin seseorang mau menerima ajakan menuju keselamatan, keputusan akhir tetap ada di tangan individu yang bersangkutan, betapa pun kerasnya orang yang mencintainya berusaha mengajak.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-r-y, m-w-j, j-b-l, n-d-w, b-n-y, k-w-n, '-z-l, r-k-b, k-f-r): tajrii diterjemahkan 'berlayar' (akar j-r-y); mawj diterjemahkan 'gelombang'; naadaa diterjemahkan 'memanggil' (akar n-d-w); ma'zil diterjemahkan 'tempat terpencil' (akar '-z-l); irkab diterjemahkan 'naiklah' (akar r-k-b). gloss '(anak itu)/(yang jauh)/(ke bahtera)' dibuang.