فَلَمَّا رَأَىٰ قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ
Maka ketika dia melihat bajunya robek dari belakang, dia berkata, “Sesungguhnya ini termasuk tipu daya kalian; sesungguhnya tipu daya kalian sungguh besar.”
Terjemahan bertahap (17 jeda)
- فَfa-maka
- لَمَّاlammaaketika
- رَأَىٰra'aadia melihat
- قَمِيصَهُqamiisahubajunya
- قُدَّquddarobek
- مِنْmindari
- دُبُرٍduburinbelakang
- قَالَqaaladia berkata
- إِنَّinnasesungguhnya
- هُ-huini
- مِنْmintermasuk
- كَيْدِkayditipu daya
- كُنَّ-kunnakalian
- إِنَّinnasesungguhnya
- كَيْدَkaydatipu daya
- كُنَّ-kunnakalian
- عَظِيمٌazhiimunbesar
Aplikasi
Begitu bukti (robekan dari belakang) mengonfirmasi kebenaran, kesimpulan diterima langsung tanpa penyangkalan lebih lanjut, penerimaan terhadap bukti yang jelas, meski hasilnya mengungkap kesalahan pihak yang lebih berkuasa (istrinya).
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.